Dalam dunia bisnis, Anda pasti membutuhkan pinjaman dana, baik itu saat akan memulai usaha, maupun untuk mengembangkan usaha. Anda harus membuat sebuah proposal pengajuan dana untuk membuka usaha tersebut. Jika Anda berniat untuk mendirikan Usaha Kecil Menengah (UKM), proposal ini bisa Anda gunakan untuk mengajukan dana ke pihak-pihak yang bisa dijadikan tempat untuk mendapatkan dana.

Pihak-pihak tersebut seperti bank, lembaga simpan pinjam ataupun ke Dinas Pemerintahan. Tidak hanya itu, proposal ini juga dapat digunakan untuk kepentingan lainnya dalam dunia perbisnisan, seperti permintaan kerjasama bisnis, kemitraan, waralaba, dan lain-lain. Proposal yang dibuat untuk pengajuan pinjaman atau kerjasama tidak bisa sembarangan asal dibuat.

Agar proposal dana yang diajukan dapat diterima dengan baik oleh pihak yang akan memberikan pinjaman, maka dibutuhkan kita-kiat khusus agar proposal tersebut dapat meyakinkan mereka untuk menjalin kerja sama atau memberikan pinjaman tunai. Berikut ini ada beberapa tips yang bisa menjadi gambaran bagi Anda yang ingin membuat proposal bisnis.

 

Mencantumkan Keterangan Profil Usaha Dalam Proposal yang Diajukan

Profil usaha, ada baiknya dicantumkan secara lengkap dan benar dalam proposal yang Anda ajukan. Profil tersebut terdiri atas nama brand atau produk usaha, jenis usaha, status kepemilikan, alamat lengkap lokasi usaha, dan informasi lainnya yang berkaitan dengan perusahaan Anda. Informasi dari profil tersebut sangat penting untuk diketahui sebagai data pertimbangan.

Usaha yang status kepemilikannya tidak jelas akan sulit untuk mendapatkan dana tambahan dari lembaga keuangan. Begitu juga jenis usaha yang tidak jelas bergerak di bidang apa, mereka akan dipandang sulit untuk mendapatkan pelanggan, Maka dari itu, agar profil usaha Anda tampak jelas dan mudah untuk diterima, pastikan Anda mencantumkan profil perusahaan Anda dengan sejelas mungkin.

 

Mencantumkan Estimasi Biaya yang Dibutuhkan Untuk Usaha

Poin yang paling penting dalam mengajukan sebuah proposal pengajuan pinjaman dana ialah membuat estimasi kebutuhan biaya untuk usaha dengan jelas. Pihak yang memberikan kucuran dana perlu mengetahui untuk apa saja dana tersebut akan digunakan. Hal ini karena mereka juga tidak ingin memberikan pinjaman tunai atau menjalin kerjasama namun untuk hal yang belum jelas.

Hindari mencantumkan hal-hal yang tidak jelas atau kurang penting tujuannya dalam proposal yang akan diajukan, karena pihak pemberi pinjaman akan melihat dan menilai Anda tidak serius dalam membuat sebuah usaha. Unsur-unsur yang harus dimasukan dalam estimasi biaya yang akan dilampirkan dalam proposal usaha tersebut diantaranya ialah:

1. Pengeluaran, biaya pengeluaran yang dimaksud di sini ialah seluruh pengeluaran yang akan Anda keluarkan. Termasuk dengan belanja alat-alat untuk keperluan usaha, bahan baku, proses produksi, tempat usaha, biaya operasional, hingga biaya yang digunakan saat melakukan promosi usaha Anda untuk menarik perhatian konsumen dan menyebarluaskan usaha.

2. Pemasukan, sama pentingnya dengan pengeluaran, pemasukan juga harus Anda catat dan lampirkan dalam proposal yang akan diajukan ke sebuah perusahaan. Catatlah pemasukan keuangan yang berisi bersarnya prediksi atau perhitungan omzet hingga keuntungan bersih yang akan Anda dapatkan dalam kisaran waktu tertentu selama usaha berjalan.

3. Cash flow usaha, data yang satu ini tidak boleh sampai terlewat saat Anda membuat proposal. Cash flow ini berisi selisih antara pemasukan dan pengeluaran yang terjadi selama usaha itu berjalan. Selain itu cash flow juga disertai dengan perhitungan berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah usaha untuk mendapatkan kembali modalnya.

 

Mencantumkan Klausul PayBack dalam Proposal

Informasi berikutnya yang harus ada dalam proposal ialah klausul payback. Informasi ini sebetulnya bisa Anda sertakan dalam estimasi usaha, namun rata-rata orang biasanya sering melupakan bagian penting yang satu ini. Para pemberi pinjaman modal harus mengetahui bagaimana peminjaman bisa mengembalikan dana yang mereka pinjam.

Oleh karena itu selain Anda harus mencantumkan estimasi yang dibutuhkan usaha, Anda juga harus menjelaskan secara detail dalam proposal pengajuan mengenai bagaimana caranya mengembalikan dana tersebut nantinya. Setelah Anda mengetahui cara membuat proposal pengajuan pinjaman dana, Anda dapat melihat produk peminjaman lainnya di situs https://www.cekaja.com/kredit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *